22 January 2012

Tahnik dan bercukur

Hari ke-7 kelahiran Fiqah, Baba mentahnik dan mencukur rambut nya.


Mentahnik adalah menggosok mulut bagian atas/ langit-langit anak dengan menggunakan kurma yang telah dikunyah lumat lebih dahulu. Jika tidak ada kurma dapat diganti buah-buahan yang manis lain.Harapannya anak dapat menjadi orang soleh dan mendapatkan keberkatan.
Beberapa dalil yang menjadi dasar disyariatkannya tahnik ini adalah: di dalam Sahihain dari Abu Burdah, bahwa Abu Musa r.a. berkata: “Aku telah dikurniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW lalu beliau menamakan Ibrahim, menggosok-gosok langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendoakannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkan kembali kepadaku”.
Hikmah yang terkandung dalam perbuatan mentahnik ini adalah untuk menguatkan saraf-sarat mulut dan  gerakan lidah dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak pandai menghisap susu secara kuat dan alami.




Mencukur Rambut Kepala
Bayi yang baru lahir disunahkan untuk dicukur rambut kepalanya pada hari ke tujuh setelah kelahirannya. Selanjutnya menyedekahkan perak.

Tiada lain tujuan dari pelaksanaan Sunnah Nabi SAW adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semakin kita taat terhadap setiap perintah-Nya (baik wajib maupun sunah) maka kita akan semakin dekat pada-Nya. Dan sesungguhnya Dia Maha Mengetahui seluruh yang kita kerjakan.

Menurut Ibnu Qoyyin dalam kitab Tahfatul Maudud, mencukur rambut anak akan membuka selaput (pori-pori) kepala, mempertajam indera penglihatan dan pendengaran.


Dengan bersedekah senilai berat timbangan rambut, bererti kita telah melakukan usaha membantu fakir miskin.



Antara 2 perkara yang disyariatkan untuk dilakukan selepas kelahiran bayi. Insyaallah, kami akan melaksanakan Akikah untuk Fiqah pula selepas ini.
Moga permulaan kehidupan Fiqah merupakan permulaan perjalanan seorang muslimah yang berlandaskan ajaran Islam. 

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails